Pola Hidup Sehat

Sehat merupakan impian setiap orang. Namun untuk menuju hidup sehat diperlukan suatu tips. Di blog ini anda dapat menemukan tips tentang kesehatan seperti tips hidup sehat, tips menjaga kesehatan tubuh,dan masih banyak lagi tentang tips kesehatan yang akan anda temukan.

Obat dan Penyebab Kram Perut Saat Hamil

Cara mengobati kram perut saat hamil muda
Kram perut dapat terjadi beberapa kali selama masa kehamilan. Beberapa memang tidak membahayakan bagi si janin maupun si calon ibu, namun ada pada beberapa kasus, kram perut dapat menjadi indikasi bahwa kehamilan si calon ibu mengalami masalah serius yang nantinya akan membahayakan si janin maupun diri si calon ibu. Kram perut dapat menimpa ibu hamil tidak peduli berapapun usia kandungannya. Jika kram perut ini kerap kali terjadi dan nyeri yang diakibatkan sangat luar biasa, segera hubungi dokter kandungan untuk memastikan kandungan Anda baik-baik saja.


Apa penyebab Kram di Perut?

Rasa kram timbul disebabkan oleh gangguan asupan oksigen ke rahim sehingga terjadi kekurangan oksigen. Jika asupan oksigen tidak lancar, aliran darah pun menjadi tidak lancar. Inilah yang menimbulkan rasa sakit.
Sebenarnya janin dalam perut dilingkupi oleh ari-ari sehingga saat rahim berkontraksi darahpun terhambat alirannya ke dalam janin. Jika intensitas dan frekuensi kontraksi cukup tinggi cadangan oksigen ari-ari pun bisa berkurang atau bahkan habis.

Kontraksi dianggap normal ketika memasuki usia 37-40 minggu, yakni minggu-minggu mendekati kelahiran. Bila kram perut sering muncul diusia kehamilan kurang dari 20 minggu, di khawatirkan bisa menyebabkan keguguran. Setiap kehamilan punya resiko untuk itu, terutama ibu hamil dengan kelebihan berat badan maupun yang berat badannya sagat kurang. Kontraksi yang masih dianggap wajar adalah berlangsuang sesaat saja atau masih dalam hitungan 1-3 menit saja.

Ada cara mudah yang dianjurkan untuk mengurangi kram atau kontraksi yang berlangsung yaitu dengan menghentiakn segala kegiatan yang sedang dilakukan segera dan segeralah istirahat.

Gangguan asupan oksigen itu disebakan oleh berbagai factor yang salah satunya adalah aktifitas ibu hamil yang berlebihan, karena kegitan yang berlebihan dapat membuat daya serap oksigen lemah. Penyebab lain adalah asupan gizi ibu hamil yang kurang bagus, sehingga ibu kekurangan energi untuk mengantarkan darah dan oksigen ke rahim.

Terakhir yang menjadi penyebab adalah faktor emosi. Keadaan jiwa seseorang saat hamil sangat mempengaruhi keseluruhan proses kehamilan. Oleh karena itu stress dapat memicu gangguan asupan oksigen.

Apa Obat dan Cara mengatasi kram di perut?



  • Dengan botol/ handuk air hangat : 

suhu hangat dari air botol dapat membantu untuk mengendurkan otot dan mengurangi rasa nyeri akibat kram perut. Anda juga bisa mencoba meletakkan handuk hangat di perut.
  • Minum air putih : 

memperbanyak minum air putih saat perut terasa kram, karena air dapat mengurangi kadar asam di lambung. Juga mengurangi konsumsi kopi, teh dan minuman alkohol karena akan membuat rasa nyeri semakin bertambah.
  • Untuk mengatasai perut kram tersebut cobalah obat tradisional seperti ini: 
sediakan daun cabai Jawa (3 lembar), air (1 gelas). Haluskan 3 lembar daun cabe/cabai jawa, kemudian seduh dengan 1 gelas air panas. Minum air ramuan untuk perut kram tersebut selagi hangat.
  • Ambil semua bagian tanaman kapulaga secukupnya dan air 1 gelas. 
cuci bersih semua tanaman kapulaga. Rebus air 1 gelas hingga mendidih, saring dahulu dan minum air rebusan selagi hangat.
  • Mengubah kebiasaan makan : 

cara efektif agar terhindar dari kram perut adalah mengubah kebiasaan makan yang tidak sehat. Hindari mengonsumsi makanan yang pedas, makanan berlemak dan mengonsumsi minuman berkarbonasi. Makanlah makanan yang sehat secara perlahan dan kunyah makanan dengan benar agar sistem pencernaan bekerja dengan sempurna.
  • Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda atau berenang.


Lakukan secara teratur 3 kali seminggu selama 20-30 menit setiap kali latihan. Hal ini berguna untuk melemaskan otot dan sendi serta mengurangi penimbunan cairan.
Back To Top